Pemahaman tentang struktur dan pembagian ruang pada sebuah bangunan menjadi dasar desainer untuk menghasilkan gambar yang akurat.

Sebuah infografik yang baik pasti memiliki informasi yang lebih kaya dibandingkan dengan foto dari hasil tangkapan kamera. Sebuah foto yang dihasilkan dari kamera pada umumnya hanya berisi gambar yang sama dengan pandangan mata manusia. Gambar yang berbeda dapat dihasilkan oleh jenis kamera dengan spesifikasi khusus. Pada perkembangannya, kamera dapat juga dioperasikan dengan kendali jarak jauh, sudut pandang foto bangunan yang dihasilkan jauh dari jangkauan fisik manusia. Salah satu contoh sudut pandang foto di luar jangkauan fisik manusia adalah foto bangunan candi dari perspektif mata burung yang dihasilkan kamera yang dipasang pada sebuah drone.

Berkembangnya teknologi fotografi menjadi salah satu tantangan bagi desainer infografik untuk menghasilkan sebuah gambar bangunan yang lebih menarik dan lebih kaya informasi dibandingkan dengan foto. Gambar format vektor hasil trace manual sebuah foto bangunan (yang dihasilkan dalam waktu beberapa jam) sama kandungan informasinya dengan foto sekali pencet tombol rana kamera (hanya dalam hitungan detik). Kadar informasi yang sama juga berlaku pada gambar tampak luar sebuah bangunan hasil render format 3 dimensi. Gambar hasil render format 3 dimensi yang dihasilkan dari perspektif dan sudut manapun akan akan lebih mudah dihasilkan menggunakan kamera.

Perbedaan antara desainer infografik dengan fotografer adalah desainer infografik bisa menggabungkan gambar tampak luar dengan gambar isi bangunan dalam sebuah gambar yang selaras. Gambar hasil gabungan ini menjadi standar visual infografik.

Desainer infografik harus melakukan survey ke bangunan yang akan diolah menjadi infografik. Tujuan survey untuk memperkaya basis data yang digunakan untuk menentukan sudut pandang yang terbaik. Maket bangunan yang ditemui pada saat survey sangat membantu memberikan gambaran bangunan secara utuh. Dalam infografik, sebuah bangunan tidak harus digambar dari bagian depannya apabila informasi utama dalam infografik akan terlihat lebih jelas dari sudut lain. Salah satu contoh infografik sudut pandang bangunan yang tidak diambil dari tampak depan adalah bangunan serbaguna di Kampung Code Yogyakarta. Ilustrasi bangunan dua lantai yang dibangun di atas saluran air ini terlihat lebih kaya informasi bila dibuat menggunakan sudut pandang dari belakang bagunan.

Dalam menampilkan bentuk keseluruhan bangunan pilihlah sudut pandang dari atas atau perspektif mata burung. Ilustrasi bangunan yang dibuat dengan menggunakan vektor isometri maupun perangkat lunak 3 dimensi pasti akan terlihat lebih utuh bila dilihat dari atas bangunan. Gambar bangunan dengan menggunakan perspektif mata manusia atau dari sudut pandang sejajar bangunan akan terbatas informasi yang diberikan.

Setelah bangunan tergambar secara utuh, diperlukan kemampuan berimajinasi seorang desainer infografik dalam membedah isi bangunan. Pemahaman tentang struktur dan pembagian ruang pada sebuah bangunan menjadi dasar desainer untuk menghasilkan gambar yang akurat. Desainer harus membuat sketsa sederhana pada saat survey lapangan sebagai bagian dari proses kreatif.

Untuk menentukan sudut pandang gambar sebuah bangunan, desainer harus kenal dengan baik bangunan yang akan diolah menjadi infografik. Semakin banyak data yang dikumpulkan maka akan semakin mempermudah desainer untuk menentukan pemilihan sudut pandang yang dapat menampilkan informasi utama secara akurat dan selaras.